Bab 54: Membuat Masalah
Pagi-pagi sekali, seluruh keluarga Tang Chuchu sudah berangkat dari rumah. Tujuan mereka hari ini adalah membeli mobil, bukan sembarang mobil, melainkan mobil mewah. Mereka sudah mengunjungi banyak dealer 4S, mencoba berbagai mobil—Mercedes, BMW, Audi, semua merek ternama mobil mewah sudah mereka coba.
Namun, tak ada satu pun yang benar-benar cocok. Kalau bukan kelasnya terlalu rendah dan terasa tidak layak, ya harganya terlalu tinggi dan mereka tak sanggup beli.
Kebetulan hari ini, di Kota Sungai Tengah sedang ada pameran mobil. Di sana, mobil-mobil mewah berkumpul. Keluarga Tang Chuchu pun datang ke lokasi itu.
Tang Song melihat deretan mobil mewah di sana, matanya langsung membelalak. “Gila, ada Ferrari supercar, Bentley, Maybach, Bugatti Veyron!” Ia menatap para model mobil yang cantik dan seksi di depan mobil-mobil itu, wajahnya penuh rasa iri, “Kapan ya, kita bisa punya mobil mewah sungguhan? Mobil seharga satu miliar lebih, dibandingkan ini semua, rasanya cuma barang rongsokan.”
“Plak!” He Yanmei menepuk keras kepala Tang Song, memarahinya, “Jangan bermimpi yang nggak-nggak. Beli yang harganya satu miliar lebih saja sudah cukup. Ngapain kau bawa kami ke sini? Jangan kira aku nggak tahu, mobil-mobil di sini harganya miliaran!”
Tang Song nyengir, “Ma, aku cuma mau memperluas wawasan, toh cuma lihat-lihat, nggak bayar kok.”
“Wah, mobil yang itu cantik banget!” Tang Chuchu juga terpikat oleh sebuah Ferrari merah, langsung terpana, mengeluarkan ponsel dan memotret beberapa kali.
Satu keluarga itu berjalan mengelilingi pameran, melihat satu per satu mobil mewah yang harganya fantastis, tak henti-hentinya mengabadikan dengan kamera ponsel.
Setelah berkeliling, mereka akhirnya pergi. Mobil-mobil di sana terlalu mahal, mereka jelas tak mampu membelinya.
Akhirnya, mereka masuk ke sebuah dealer Maserati. Setelah memilih dengan cermat, mereka menghabiskan dua miliar rupiah untuk membeli sebuah Maserati.
Setelah pembayaran, saldo di rekening He Yanmei hanya tersisa beberapa juta rupiah saja. Uang untuk asuransi dan biaya administrasi kendaraan pun tidak ada.
Dengan wajah masam, ia berkata, “Sudah kubilang cukup beli yang harga satu miliar lebih, kok harus beli yang semahal ini? Akhirnya kita jadi bangkrut.”
Tang Song berusaha menghibur, “Ma, sebentar lagi kita bakal dapat 50% saham keluarga, nanti pasti banyak uang. Ayo, kita pulang naik mobil, aku ajak ibu keliling kota naik mobil mewah.”
Membayangkan akhirnya keluarganya punya mobil mewah, dan nanti bisa pulang kampung dengan penuh kebanggaan, wajah He Yanmei pun mulai membaik.
Setelah membayar, Tang Song menyetir mobil, mengajak seluruh keluarga keliling kota.
“Oh... asyik, tenaganya luar biasa...” Tang Song berteriak kegirangan, seolah ingin semua orang tahu ia baru saja membeli mobil mewah.
“Brak!” Baru sekitar sepuluh menit berjalan, saat berhenti di lampu merah, Tang Song melaju terlalu cepat, terlambat menginjak rem, dan akhirnya menabrak mobil di depannya.
Begitu terdengar suara benturan, jantung Tang Song langsung berdebar kencang. Semua anggota keluarga di dalam mobil pun wajahnya langsung berubah pucat.
Mobil baru saja dibeli, asuransi pun belum sempat diurus, sekarang sudah tabrakan?
Dengan wajah tegang, Tang Song turun dari mobil. Sementara itu, pemilik mobil depan juga keluar.
Ia seorang pria gemuk berusia sekitar empat puluhan, berpakaian sederhana, namun auranya seperti orang berpengaruh.
“Kamu ini gimana sih, kok bisa-bisanya ngerem mendadak, sampai aku nabrak dari belakang. Kamu tahu nggak, mobilku ini harganya berapa? Dua miliar lebih...” Tang Song melihat bemper mobilnya yang catnya tergores dan penyok, wajahnya penuh rasa sakit hati, langsung memaki keras-keras.
Sementara si pria gemuk hanya melirik mobilnya, lalu memandang Tang Song yang marah-marah. Ia berbicara santai, “Mobilku juga nggak mahal-mahal amat, Maybach edisi terbatas, empat puluh miliar lebih. Mau urus asuransi atau damai saja?”
“Apa?” Tang Song langsung terpaku.
Sejak tadi ia hanya memikirkan mobilnya sendiri, tak memperhatikan mobil orang lain. Begitu ia melihat, wajahnya langsung pucat pasi, berteriak, “Ya ampun...”
Tang Bo, He Yanmei, Tang Chuchu, dan Wu Min juga turun dari mobil. Begitu melihat yang ditabrak adalah Maybach edisi terbatas, mereka semua gemetar ketakutan.
Sementara itu, Lin Xuan memang bukan orang baik-baik. Ia adalah raja bawah tanah Kota Sungai Tengah, biasa menjalankan bisnis-bisnis gelap. Sekarang, ia belum bicara apa-apa, tapi bocah ini malah melemparkan kesalahan kepadanya.
“Rem kepala bapakmu! Aku berhenti nunggu lampu merah, kamu yang nabrak dari belakang, bukan cuma itu, malah marah-marah, memfitnah pula.” Lin Xuan melihat mobil Tang Song yang bahkan belum ada pelat nomor dan tanda asuransi, langsung tertawa kecil.
“Baru beli ya? Coba lihat, bagian belakang mobilku juga penyok gara-gara kamu. Jual saja mobil barumu ini, tambah lima miliar lagi, mungkin baru cukup buat ganti rugi.”
Lutut Tang Song langsung lemas, ia jatuh berlutut. “Bang, maafkan aku, tolong lepaskan aku. Mobil ini kubeli dengan seluruh hartaku, aku nggak punya uang lagi buat ganti rugi.”
“Nggak punya duit kok gaya-gayaan!” Lin Xuan langsung menendang Tang Song hingga terjatuh, lalu menghajarnya dengan pukulan dan tendangan.
“Sudah, jangan dipukul lagi!” Wu Min buru-buru berlari menarik Lin Xuan.
“Plak!” Lin Xuan langsung menampar Wu Min hingga terjerembab ke tanah.
Tang Song bangkit lagi, mengabaikan rasa sakit di tubuhnya, kembali berlutut dan terus-menerus memohon ampun.
He Yanmei berjalan mendekat dengan wajah suram, menepuk kepala Tang Song yang sedang berlutut. Ia memaki, “Dasar tak berguna! Kalau tahu begini, takkan kubiarkan kau beli mobil ini.”
Setelah memaki, ia menatap pria gemuk bermuka garang, Lin Xuan, dengan wajah memelas, “Bang, ini masalahnya nggak besar-besar amat, aku masih punya lima juta rupiah di rekening, kuberikan semua padamu, boleh?”
“Lima juta?” Wajah Lin Xuan langsung masam, “Kau kira aku siapa, pengemis?!”
He Yanmei berkata pelan-pelan, “Lalu... kamu mau berapa?”
Lin Xuan menunjuk Maserati baru Tang Song, “Seperti kataku, jual mobil itu, tambah lima miliar lagi. Kalian bisa beli mobil dua miliar, berarti masih ada uang. Kalau nggak punya, pakai semua koneksi yang kalian punya, cari jalan keluar secepatnya. Kalau tidak, akibatnya akan sangat serius...”
Lin Xuan kini memang sudah lebih berhati-hati. Ia pun tak tahu siapa sebenarnya keluarga ini. Kalau mereka punya koneksi, ia juga tak ingin memperpanjang masalah. Apalagi dulunya ia banyak terlibat urusan gelap. Sekarang setelah insaf, ia lebih memilih rendah hati dan tidak cari musuh.
Selesai berkata demikian, Lin Xuan kembali ke mobilnya, lalu menelepon, “Aku di Jalan Tianhua, bawa beberapa orang ke sini, tangkap satu bocah untukku.”
Karena lokasi kejadian di pusat kota, tepat di persimpangan lampu merah, dua mobil yang bertabrakan itu langsung menyebabkan kemacetan. Polisi lalu lintas pun segera datang, memotret kejadian, lalu meminta mereka meminggirkan mobil.
Di tepi jalan, Tang Song dan Wu Min berlutut memohon-mohon ampun agar Lin Xuan mau melepaskan mereka. Namun, Lin Xuan tetap bergeming.
Tak lama kemudian, sebuah minibus datang, beberapa pria bertampang sangar turun dan menghampiri Lin Xuan.
“Bos!”
Lin Xuan menunjuk Tang Song yang berlutut di tanah, berkata datar, “Bawa pergi.”
“Siap.” Beberapa pria itu langsung menyeret Tang Song ke dalam minibus.
Lin Xuan lalu menoleh ke Tang Bo, He Yanmei, Tang Chuchu, dan Wu Min, berkata dingin, “Sebelum jam dua belas malam, bawa delapan miliar ke Istana Abadi untuk menebusnya. Kalau tidak, bersiaplah mengurus jenazahnya.”
“Ma, gimana ini? Cepat cari cara, hiks hiks...” Wu Min menangis keras karena panik.
He Yanmei pun kehilangan akal. Tang Chuchu juga cemas, ia segera mengeluarkan ponsel dan menelepon Jiang Chen.
Saat itu, Jiang Chen baru saja selesai belanja dan sedang memasak di rumah.
Menerima telepon dari Tang Chuchu, ia bertanya, “Chuchu, kamu mau pulang? Makanannya hampir siap.”
“Chen, ada masalah! Adik kita kena musibah.”
“Hah?” Jiang Chen terkejut, “Apa yang terjadi?”
Tang Chuchu dengan suara terisak berkata, “Kami baru beli mobil, belum lama dipakai, adikku tak sengaja menabrak mobil di depan, dan itu ternyata Maybach edisi terbatas, katanya harganya empat puluh miliar lebih. Sekarang adikku dinyatakan bersalah penuh, mobil juga belum diasuransikan, dan dia sudah dipukuli serta diculik. Aku harus bagaimana?”
“Jangan panik, kalian di mana? Aku segera ke sana.”
“Di... di Jalan Tianhua.”
“Oke, tenang saja, aku segera ke sana.”
Setelah menutup telepon, Jiang Chen mematikan kompor listrik tempat ia sedang merebus sup, lalu segera keluar rumah dan naik taksi menuju Jalan Tianhua.