Bab Seratus Empat Puluh Empat: Terjerumus Menjadi Iblis (2)
Keesokan harinya.
Biksu rupawan itu datang mengantarkan obat untuk menyembuhkan luka-luka.
Gadis kecil itu menyingsingkan lengan bajunya sedikit, memperlihatkan memar dan luka lebam pada pergelangan tangannya yang putih dan halus.
Sang biksu mengerutkan keningnya tipis.
Ia berniat memanggil seorang wanita untuk mengoleskan obat pada gadis itu.
Gadis kecil itu menarik ujung lengan baju sang biksu dengan jari-jarinya yang putih bersih.
Ia mendongak pelan.
Ujung matanya memerah tipis.
Matanya yang mirip rusa, dipenuhi air mata yang menyedihkan, menatap sang biksu yang sedang menundukkan pandangannya.
Bulu mata panjang sang biksu bergetar tipis.
Ia mendengar suara lembut gadis kecil itu: "Wuyan, tolong oleskan obatnya untukku, ya? Aku tidak mempercayai orang lain. Entah mengapa, aku selalu merasa orang lain ingin merundungku, aku hanya percaya padamu."
Mendengar itu.
Air mata gadis kecil itu tumpah, menetes