Bab 145: Pernikahan Sedang Berlangsung

Tuan Si, nyonya lagi-lagi memutuskan jalan penghasilanmu. Gadis gemuk yang suka makan daging 2426kata 2026-03-30 00:49:41

Leng Ning sama sekali tidak merona saat mulai berbohong, "Tidak sengaja terbentur, tapi sekarang sudah tidak apa-apa."

Mendengar itu, Zhao Yajing hanya melayangkan sebuah tatapan penuh peringatan ke arah Si Xingzhou, sementara Si Xingzhou menatap Zhao Yajing dengan pasrah seraya mengangguk.

"Baguslah kalau sudah kembali. Apakah besok ada waktu? Kita pergi melihat gaun pengantin, ya. Bibi baptis Xingzhou membuat beberapa gaun lagi akhir-akhir ini, kamu harus mencobanya satu per satu."

Leng Ning tahu menolak lagi bukanlah pilihan yang tepat, jadi pada akhirnya ia mengangguk setuju tanpa bisa menolak.

Melihat hal tersebut, Zhao Yajing akhirnya bisa bernapas lega. "Kalau begitu, istirahatlah yang nyenyak dulu. Besok pagi setelah kamu bangun tidur, kita baru berangkat."

Leng Ning berjalan ke lantai atas bersama Si Xingzhou. Malam ini, Si Xingzhou benar-benar mengubah sikap manjanya yang biasa kepada Leng Ning. Ia membawakan segelas susu dan bersikeras meminta Leng Ning meminumnya sampai habis.

Leng Ning tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengannya, ia menerima gelas tersebut dan langsung meminumnya dalam sekali teguk. Baru saja ia meletakkan gelas di atas nampan, ia mendengar suara Si Xingzhou yang begitu memesona, "Selamat malam, tidurlah yang nyenyak."

Meskipun Leng Ning tidak tahu angin apa yang sedang merasuki pria itu malam ini, ia tetap membalas ucapannya, "Selamat malam, kamu juga."

Malam ini setiap orang tidur dengan sangat nyenyak, seolah segala gundah di dalam hati akhirnya menemukan jawabannya.

Keesokan harinya, Leng Ning dibangunkan oleh bunyi alarm. Ia sengaja memasang alarm agar tidak membuat Zhao Yajing menunggu terlalu lama.

Saat terbangun, ia masih merasa sangat mengantuk. Dengan wajah dingin, ia terdiam sejenak untuk mengumpulkan kesadaran sebelum akhirnya bangkit dari tempat tidur dan turun ke bawah.

Zhao Yajing sudah bangun pagi-pagi buta untuk menelepon Ji Ning. Begitu turun ke lantai bawah, Leng Ning bisa mendengar wanita itu sedang berbicara dengan penuh semangat kepada seseorang di seberang sana.

"Kamu sama sekali tidak perlu khawatir. Sudah kubilang kalau hari ini aku membawanya ke sana, dia pasti akan sampai. Masa aku mau membohongimu kali ini? Untuk apa terburu-buru, orangnya masih istirahat. Akhir-akhir ini dia sepertinya kurang tidur, intinya kamu tunggu saja!"

Setelah mendengarkan sesaat, Leng Ning bisa memastikan bahwa orang yang dibicarakan di seberang sana adalah Ji Ning. Begitu ia duduk di meja makan, kepala pelayan langsung meminta para pelayan untuk menyajikan sarapan untuknya.

Leng Ning menatap kepala pelayan itu sejenak sebelum akhirnya mengalihkan pandangannya. Tampaknya Si Xingzhou telah membereskan masalah ini dengan tuntas.

Selesai Leng Ning sarapan, panggilan telepon Zhao Yajing pun usai. Wanita itu tampak sangat terkejut saat melihat Leng Ning. "Kenapa bangun begitu pagi hari ini? Padahal aku berniat membiarkanmu tidur lebih lama."

Leng Ning melambaikan tangannya. "Jangan biarkan dia menunggu terlalu lama."

Mendengar perkataan Leng Ning, Zhao Yajing semakin menyukainya apa adanya. Meskipun wataknya agak dingin, gadis itu tetap memiliki sopan santun yang sangat baik.

Tepat saat keduanya hendak berangkat, Si Xingzhou muncul di lantai satu dengan santai. Melihat keduanya bersiap untuk pergi, ia melangkah mendekati Leng Ning.

Si Xingzhou merapikan beberapa helai rambut yang terurai di pelipis Leng Ning. "Kalau tidak ingin mencoba terlalu banyak, pilih saja beberapa yang kamu suka. Jangan dipaksa."

Entah karena baru bangun tidur atau bukan, suara Si Xingzhou terdengar begitu lembut saat ini.

Saat Si Xingzhou tiba-tiba mendekat, tanpa tahu malu pipi Leng Ning mendadak merona. Setiap kali mencium aroma tubuh pria itu, ia pasti akan teringat kembali pada kejadian malam itu.

Menyadari pipi Leng Ning yang memerah, sudut bibir Si Xingzhou perlahan terangkat naik. "Pergilah, bersenang-senanglah."

Zhao Yajing menatap interaksi keduanya dengan penuh kepuasan.

Leng Ning hampir lari terbirit-birit. Sepanjang duduk di dalam mobil, ia masih tidak mampu mengendalikan debar jantungnya yang menggila.

Ini benar-benar sudah gila.

Leng Ning membatin dalam hati, lalu menggelengkan kepalanya sekuat tenaga berusaha mengusir pikiran itu.

Selepas kepergian Leng Ning, Si Xingzhou tinggal di rumah untuk menangani urusan keluarga Leng. Sejak hari pertama Leng Ning kembali, ia sudah mulai mengambil tindakan.

Namun, ia tidak langsung membuat keluarga itu bangkrut seketika, melainkan memilih untuk menyiksa mereka secara perlahan. Baru dua hari berlalu, keluarga Leng kini telah menjadi sosok yang dibenci dan dijauhi oleh semua orang di kalangan atas.

Si Xingzhou merasa semua itu masih belum cukup. Tepat saat ia hendak meningkatkan tekanannya, kepala pelayan datang menghampirinya.

"Tuan muda, anggota keluarga Leng berada di depan gerbang dan mengatakan ingin menemui Anda."

Mendengar itu, Si Xingzhou mau tidak mau mengangkat sebelah alisnya. Mereka rupanya masih punya muka untuk mencarinya?

Kata-kata yang tadinya sudah berada di ujung lidah tiba-tiba tertelan saat Si Xingzhou mengubah niatnya. Ia bangkit dari kursi. "Kalau begitu, mari kita lihat trik murahan apa lagi yang ingin mereka mainkan."

Kepala pelayan membungkuk hormat dan berjalan mengikuti di belakang Si Xingzhou. Sontak, para pelayan di seluruh kediaman merasa penasaran.

Semua orang tahu bahwa belakangan ini Si Xingzhou sedang memberikan tekanan hebat pada keluarga Leng. Alasannya sangat sederhana, siapa suruh mereka begitu buta mata berani menindas Leng Ning? Bukankah itu sama saja dengan menantang wibawa Si Xingzhou?

Banyak pelayan yang mencari-cari alasan dengan berpura-pura menyapu halaman depan. Si Xingzhou berdiri di dekat pintu dengan tangan disatukan di belakang punggung, menatap dingin ke arah Leng Bingrong dan Liu Yu.

Sepasang suami istri itu langsung berlutut di tanah begitu melihat Si Xingzhou, memohon ampun sambil meratap, "Maafkan kami, Tuan Si, masalah ini memang kesalahan kami. Tolong lepaskan kami dengan kemurahan hati Anda, kami berjanji tidak akan berani melakukannya lagi!"

"Setelah masalah ini selesai, kami pasti akan langsung pergi dari hadapan Anda. Cukup beri kami kesempatan sekali ini saja!"

Tidak peduli bagaimana Leng Bingrong dan istrinya memohon, Si Xingzhou sama sekali tidak menunjukkan reaksi apa pun dari awal hingga akhir. Ia bahkan tidak sudi melirik mereka dengan sebelah mata.

"Sudah selesai bicara? Kalau sudah, cepat enyah dari sini."

Setelah melontarkan kalimat itu, Si Xingzhou berbalik hendak pergi. Leng Bingrong merangkak maju sambil berlutut ke arahnya, namun langsung diadang oleh para pengawal di luar.

"Hari di mana kalian dengan lancang menindasnya, kalian seharusnya sudah sadar bahwa aku bukan orang yang mudah diajak berurusan."

Sebelum naik ke mobil, Si Xingzhou memberi instruksi kepada Qi Mu, "Sekarang, tarik semua saham dari perusahaan mereka. Aku sudah tidak tertarik bermain-main lagi dengan mereka."

Leng Bingrong menatap kosong ke arah mobil Si Xingzhou yang semakin menjauh, lalu jatuh bersimpuh lemas di atas tanah. Kali ini, keluarga Leng benar-benar telah hancur total.

Di dalam butik Ji Ning.

Leng Ning baru saja masuk ke ruang pas sambil membawa gaun pengantin. Zhao Yajing dan Ji Ning berdiri di samping sambil memegang beberapa gaun pengantin lain, menunggu Leng Ning keluar. Membayangkan Leng Ning mengenakan gaun rancangannya membuat Ji Ning tidak henti-hentinya mengangguk penuh antisipasi.

Leng Ning mendorong pintu dan keluar dari ruang ganti. Begitu ia melangkah keluar Sambil merapikan gaunnya yang mengembang lebar, suasana di dalam butik mendadak senyap hingga yang terdengar hanya suara napasnya sendiri.

Dengan heran ia mendongak menatap kedua orang di hadapannya, dan saat itulah ia menyadari Zhao Yajing serta Ji Ning sedang menatapnya dengan mata terbelalak.

"Ada apa?" Di tengah kebingungannya, sebelum sempat melangkah jauh, Leng Ning sudah ditarik oleh mereka berdua menuju ke depan cermin.

"Ya ampun, Ning'er, gaun ini sungguh terlihat sangat menakjubkan di tubuhmu!"

"Benar, sudah kubilang setelan ini hanya kamu yang bisa membawanya. Saat dikenakan, kamu adalah pengantin paling cantik di sini."

Pujian dari keduanya nyaris tidak ada hentinya. Perlahan-lahan Leng Ning mulai terbiasa, dan saat menatap pantulan dirinya sendiri di dalam cermin, ia pun tak kuasa tertegun.

Sosok berkulit putih dan berwajah jelita di hadapannya itu adalah dirinya sendiri. Gaun pengantin berpotongan dada rendah tersebut membingkai lekuk tubuh sempurnanya dengan sangat sempurna. Bahkan tanpa pulasan riasan wajah pun ia sama sekali tidak terlihat kuyu, sebaliknya, ia memancarkan pesona unik yang memukau.

Suara lonceng angin berderincing di pintu masuk butik, menandakan ada tamu yang datang.

Leng Ning membalikkan tubuhnya dan mendapati tatapannya bersiborok dengan seorang pria yang berdiri di ambang pintu. Pria itu mengulas senyum ke arahnya dan melangkah mendekat perlahan-lahan.

Si Xingzhou mengambil veil pengantin di sampingnya lalu menyematkannya di kepala Leng Ning. "Sangat cantik."

Hanya kehadiran tiga patah kata itu saja yang membuat detak jantung Leng Ning yang selama ini selalu stabil kembali menjadi kacau.

Zhao Yajing dan Ji Ning saling bertukar pandang sambil tersenyum, lalu kompak mengeluarkan ponsel masing-masing untuk mulai mengambil foto.