Bab Delapan Puluh Dua: Ranjo Legendaris?
Begitu kalimat itu diucapkan, seketika percakapan pun berbalik arah, kembali pada pembahasan tentang pola ledakan. Pola ledakan ini, bagaimana cara menggunakannya?
Memang, ini adalah persoalan yang perlu dipikirkan. Meneliti pola formasi pada dasarnya bertujuan agar ilmu tersebut dapat dipraktikkan. Pola seperti ini, dengan simbol-simbol yang meledak secara acak dan daya rusak yang mengerikan, tentu saja digolongkan sebagai pola serangan.
Namun, bagaimana cara menggunakannya? Akan dibuat menjadi alat sihir seperti apa?
“Coba kita uji dulu kekuatan polanya, baru kita pikirkan cocoknya dijadikan alat sihir seperti apa,” ujar Zhaoxing tiba-tiba, lalu ia melangkah ke samping, jarinya bergerak pelan, benang cahaya kekuatan magis berputar liar, sinar ilahi menyelimuti, dan dalam sekejap ia menggambar pola formasi lengkap.
Ini bukan sekadar simulasi dengan kekuatan magis, melainkan menggambar langsung, benar-benar bisa meledak!
Melihat teknik ini, mata Xia Chao langsung berbinar. Benar saja, pantas saja dia seorang kuat tahap Inti Emas. Hanya dengan sekali melirik, ia sanggup mengingat seluruh simbol pola itu. Daya ingatnya sungguh luar biasa.
Namun, mengapa ia hanya berdiri diam? Bukankah seharusnya pola itu dimasukkan ke dalam lempeng formasi?
Dalam kebingungan Xia Chao, Zhaoxing terus mengalirkan kekuatan magis, mempertahankan jalannya pola hingga—
“Bumm!”
Simbol-simbol meledak, cahaya suci menyembur!
Sang penguasa Inti Emas itu tidak menghindar, hanya berdiri di tempat, menahan langsung ledakan pola itu dengan tubuhnya!
Melihat Zhaoxing tertelan cahaya ledakan yang menyilaukan, Xia Chao terperangah, sudut bibirnya berkedut kaget.
“Jadi, begini cara menguji kekuatan pola?”
“Demi menguji kekuatan pola, ia langsung menahannya dengan tubuh?”
“Hebat, benar-benar luar biasa!”
“Pantas saja dia Inti Emas, benar-benar tahu cara ‘bermain’. Kalau aku hanya ‘maniak ledakan’, dia lebih parah, sudah jadi ‘maniak ledak diri’!”
Dalam lamunan pikirannya, cahaya ledakan pola itu perlahan sirna, dan Zhaoxing keluar dari kepulan asap tanpa cedera sedikit pun, bahkan bajunya tak ada yang rusak.
Sang ahli yang tadi menahan ledakan itu dengan tubuhnya mengelus dagu, lalu berkata dengan nada datar,
“Tanpa bantuan apapun, ledakan pola ini punya radius daya rusak sekitar sepuluh meter, kekuatan di pusat ledakan cukup untuk melukai tubuh kuat tahap Dasar Tao. Semakin jauh jaraknya, kekuatannya melemah, tetapi di tepiannya saja sudah cukup untuk membunuh sembilan dari sepuluh orang tahap Penarik Energi dalam sekejap, kecuali tubuhnya benar-benar kuat, pasti sulit lolos dari kematian.”
Setelah menilai, Zhaoxing menoleh pada Xia Chao, “Bisa pinjamkan satu lempeng formasi yang biasa kau pakai?”
Melihat metode uji coba yang ekstrem itu, Xia Chao masih terpana, lalu tanpa sadar menyerahkan satu lempeng formasi.
Zhaoxing melangkah agak jauh, membentuk pola dalam sekejap, lalu mengukirnya pada lempeng, dan...
“Bumm!”
Ledakan kembali terjadi!
Kali ini, sang ahli keluar dari asap dan kembali menilai, “Dengan lempeng formasi, kekuatannya meningkat. Di pusat ledakan cukup untuk melukai parah tahap Dasar Tao, dan radiusnya meluas hingga lima puluh meter.”
Wajah Xia Chao bergetar.
Metode pengujian seperti ini benar-benar belum pernah ia dengar!
Secara naluriah, ia menoleh pada Xu Zhengyang. Sang profesor yang sadar tatapan itu hanya tersenyum, “Kawan muda, tidak perlu tegang. Untuk merasakan kekuatan pola seperti ini memang harus dialami sendiri, aku sudah menghitung sebelumnya, kekuatan pola ini tidak akan melukai seorang Inti Emas.”
Xia Chao mengangguk pelan, lalu bertanya, “Sekarang sudah diuji, menurutmu bagaimana, Profesor? Pola ini sebaiknya digunakan seperti apa?”
Mendengar itu, Xu Zhengyang mengerutkan kening, lalu berkata pelan, “Pola formasi biasanya diaktifkan dengan kekuatan magis dan dikendalikan dengan kehendak, tapi pola ledakan ini berbeda dari biasanya. Pola ini tidak bisa dikendalikan, sekali meledak langsung menyapu puluhan meter di sekitarnya, sepertinya agak sulit digunakan.”
Zhaoxing pun mengernyit dan menambahkan, “Pola biasanya hanya ada dua cara pakai, ditata di tanah sebagai formasi besar, atau diukir pada alat sihir untuk memperkuat daya. Tapi pola ledakan ini agak sulit, cara paling baik mungkin dijadikan alat sekali pakai.”
Lin Qing menyambung, “Masalahnya, kekuatannya terlalu besar. Sekali dilepas, tidak membedakan kawan atau lawan. Dalam pertarungan melawan iblis dan penyihir luar, susah dipakai. Walau bisa ditunda ledakannya, tetap saja terasa tidak berguna.”
Tiga ahli Inti Emas itu pun terdiam sejenak.
Bukan karena polanya buruk, hanya saja mereka belum menemukan cara pemanfaatannya.
Begitu pun Xia Chao yang merasa bingung.
Dalam pertarungan antar penyihir, segalanya berlangsung secepat kilat. Saat di Kota Liubao dulu, ia pernah bertanya pada para ahli, bahwa tahap puncak Dasar Tao bisa bergerak hingga lima ratus meter per detik. Meski kecepatan itu sulit dipertahankan lama, apalagi dengan bantuan alat sihir, setidaknya dua-tiga ratus meter per detik tetap bisa dicapai. Dengan kecepatan seperti itu, walau bisa dibuat lempeng ledak yang tertunda, tetap sukar digunakan dalam pertarungan.
Lagipula, sekalipun bisa dibuat seperti bom waktu, dilempar saat bertarung, dengan kecepatan lawan yang luar biasa, bagaimana jika lempeng itu disapu balik di udara? Bukankah malah jadi bumerang bagi diri sendiri?
Kalau diturunkan satu tingkat, hanya untuk menghadapi yang level Penarik Energi, memang lebih berguna, tapi itu jelas menurunkan nilai dari pola itu sendiri.
Jadi, apa yang harus dilakukan?
Xia Chao pun memendam keraguan.
Tiga ahli Inti Emas itu juga terdiam, berpikir keras mencari celah pemecahan.
Pola ledakan seperti ini, jika tidak bisa diubah menjadi alat sihir dan dipopulerkan, maka tak ada lagi makna riset mereka.
Mereka tidak punya hubungan keluarga dengan Xia Chao. Meski satu universitas, mereka tidak berkewajiban membantunya membuat alat sihir. Mereka datang hanya karena tergiur keuntungan. Jika pola ledakan ini bisa dijadikan alat sihir dan diminati para penyihir, serta laris manis, sebagai pencipta, mereka akan mendapat keuntungan besar yang sulit ditolak.
Namun jika pola ini hanya jadi barang percuma, semua upaya mereka akan sia-sia.
“Apa yang harus dilakukan? Bagaimana bisa melukai tahap Dasar Tao?”
Dalam lamunannya, Xia Chao tanpa sadar mengeluarkan lempeng formasi bundar, memegangnya dan mengelus-elus, berusaha mencari inspirasi.
Lempeng itu bundar...
Bisa meledak...
Dijadikan bom?
Tidak, itu tadi sudah dibatalkan. Lawan terlalu cepat, refleks mereka pun luar biasa, dilempar pun tak sempat mengenai sasarannya!
Tapi, bagaimana kalau bukan lempeng ledak yang mengejar lawan, melainkan menunggu lawan sendiri yang menginjaknya?
Begitu pikiran ini terlintas, ilham seolah menyambar benaknya.
Benar, ia bisa menjadikan lempeng itu sebagai perangkap, menunggu lawan menginjak dan otomatis meledak!
Kalau begitu, bukankah ini seperti ranjau darat yang legendaris?
Menahan kegembiraan, Xia Chao bertanya, “Profesor, adakah simbol yang bisa mendeteksi keberadaan musuh?”
Pertanyaan itu membangunkan Xu Zhengyang dari lamunannya. Ia sempat tercenung, lalu berkata, “Ada. Banyak simbol yang jika dirangkai bisa merasakan aura dalam radius puluhan meter.”
Mendapat jawaban itu, Xia Chao tertawa keras, lalu menghentakkan kakinya kuat-kuat ke tanah.
“Bum!”
Dengan hentakan dahsyat, tanah berdebu, lumpur berhamburan, dan sebuah lubang besar langsung tercipta di tanah.
Aksinya membuat Zhaoxing dan Lin Qing serempak menoleh.
Sorot mata Xia Chao penuh semangat, ia menanam lempeng itu ke dalam tanah, lalu menginjaknya dan tersenyum.
“Andai aku musuh, dan lempeng ini dipasang simbol pendeteksi aura, bisa merasakan siapa pun di sekitarnya. Saat aku mendekat ke lempeng ini, menurutmu apa yang akan terjadi?”
(Bersambung.)