Bab 30: Mengajar dengan Teladan
"Tuan, lepaskan hamba, mohonlah..."
Diiringi napas yang terengah-engah, Shen Hangnan menatap Li Ning'er di hadapannya. Kerongkongannya bergerak menahan gejolak, sementara urat di dahinya menonjol.
Tadi, karena khawatir gadis kecil ini tidak mampu menahan efek obat di dalam tubuhnya, ia terpaksa mengikatnya di atas ranjang dengan tali.
Saat ini, melihat bibir merah Li Ning'er sedikit terbuka dengan air liur yang menetes di sudut mulutnya, ditambah matanya yang memerah berair seolah sedang memohon dengan isak tangis, Shen Hangnan merasa dirinyalah yang justru terkena obat perangsang itu.
Ia segera melepaskan tali-tali yang merintangi itu. Melihat Li Ning'er menoleh dan menggesekkan pipinya ke lengan Shen Hangnan layaknya seekor kucing, Shen Hangnan mengerang tertahan, bahkan jemarinya pun mulai gemetar.
"Tuan, Shen Hangnan..."
Panggilan nama lengkap yang tiba-tiba itu membuat tubuh Shen Hangnan membeku. Tali terakhir yang tersisa hampir ia tarik hingga putus.
Pada saat itu, merasakan semua ikatan di tubuhnya telah lenyap, Li Ning'er langsung bangkit, menindih Shen Hangnan di atas ranjang, dan