Bab Seratus Dua Puluh Satu: Yin Yuan
Gongsun Xuan baru saja pergi sejenak ketika tiga kepulan asap hitam melesat dari langit di kejauhan.
Tak lama kemudian, ketiga asap hitam itu mendarat dan menampakkan tiga sosok manusia. Salah satunya adalah pemuda yang tampan, yang kedua adalah seorang pria tua berwajah muram, dan yang terakhir adalah pria paruh baya yang bertubuh kekar.
"Pertarungan di sini berakhir begitu cepat. Sepertinya orang yang datang kemari memiliki kekuatan yang hebat!" ujar pemuda itu datar sambil memandangi kekacauan di sepanjang gunung.
"Apakah si Hitam itu belum mati?" Pria tua berwajah muram itu memindai sekeliling dengan indra spiritualnya dan menemukan Heishan terbaring sekarat di dalam sebuah lubang dalam.
Pria paruh baya itu melompat ke dalam lubang dan menggendong Heishan keluar. Saat ini, sekujur tubuh Heishan dipenuhi luka, bahkan salah satu tanduk bantengnya patah.
"Heishan, siapa yang membuatmu menjadi seperti ini?" tanya pemuda itu dengan ekspresi serius saat melihat luka-luka Heishan.
Heishan memuntahkan seteguk darah, lalu terengah-engah berkata, "Seorang pemuda kekar. Kekuatannya berada di tingkat menengah Alam Penyempurnaan Jiwa, dan kemampuan bertarung jarak dekatnya sangat luar biasa. Selain itu, tubuh fisiknya sekeras senjata spiritual tingkat tinggi."
"Apa!" Ketiganya terperanjat. Bahkan mereka yang merupakan makhluk buas dengan tubuh fisik yang terlatih pun tidak mampu mencapai tingkatan sekeras senjata spiritual tingkat tinggi.
"Heishan, apakah tubuh fisik bocah itu benar-benar sekuat senjata spiritual tingkat tinggi?" tanya pemuda itu sambil menatap lekat-lekat ke arah Heishan setelah terdiam sejenak.
"Benar. Tidak mungkin salah. Dengan mengandalkan tubuh fisiknya, dia menahan serangan Tanduk Banteng Surgawi milikku, bahkan mematahkannya secara paksa. Namun, dia juga terluka, jika tidak, dia tidak akan melarikan diri." Mata Heishan memerah penuh amarah.
Ketiganya terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
"Jika benar demikian, bocah itu pasti memiliki teknik pelatihan tubuh. Dan teknik ini pastilah kelas atas," pikir pemuda itu di dalam hati. Hasrat serakah mulai muncul di matanya.
Bukan hanya dia yang tergiur, bola mata pria tua berwajah muram itu pun terus berputar, tampak sedang memikirkan cara untuk mendapatkan teknik tersebut.
"Heishan, karena kita sama-sama melayani Tuan Yi, aku akan membantumu kali ini. Aku akan menemukan bocah itu untuk membalaskan dendammu," ucap pria tua berwajah muram itu.
"Heh, burung tua, kau pikir aku tidak tahu rencana apa yang ada di pikiranmu?" Heishan meludah darah, sudut bibirnya menyunggingkan senyum sinis.
Pria tua itu mendengus dingin dan tidak berkata apa-apa lagi.
"Sudahlah, kalian berdua jangan bertengkar lagi. Sekarang, yang terpenting adalah menemukan orang itu. Karena berani datang membuat kekacauan di wilayah Huangyan kita, kita harus menangkapnya. Jika tidak, wilayah lain akan meremehkan kita," ujar pemuda itu menengahi.
"Baik. Kita datang dari arah timur dan tidak menemukan siapa pun saat kemari. Sekarang, Yinyuan ke utara, Nanfeng ke barat, dan aku bersama Heishan akan mencari ke selatan. Segera kirim sinyal jika menemukan orang itu," pemuda itu membagi tugas. Pria tua berwajah muram dan pria paruh baya itu tidak keberatan.
"Kalau begitu, mari kita mulai mencari." Keempatnya berpencar ke tiga arah, berubah menjadi empat kepulan asap hitam, lalu melepaskan indra spiritual mereka untuk memburu Gongsun Xuan.
Gongsun Xuan tentu tidak tahu bahwa saat ini ada yang datang memburunya. Ia berlari kencang hingga ribuan mil jauhnya sebelum akhirnya berhenti. Ia menemukan sebuah gua sederhana dan menyelinap masuk. Sekarang, ia tidak berani sembarangan masuk ke dalam hutan pegunungan yang dalam. Berdasarkan ingatan Shi Dalu, semakin kaya energi spiritual di suatu tempat, semakin banyak dan kuat pula makhluk buas di sana. Jika ia bertemu dengan makhluk buas yang kuat dalam kondisi terluka seperti ini, ia pasti tidak akan bisa meloloskan diri. Sepanjang perjalanan, ia sengaja memilih tempat yang pepohonannya tidak terlalu lebat.
Setelah masuk ke dalam gua, ia menghantam mulut gua dengan telapak tangannya hingga runtuh, menutup jalan masuk dengan bebatuan.
Ia duduk bersila, bersiap memulihkan diri. Meski kulit luarnya tampak utuh, luka dalamnya sangat parah. Serangan terakhir Heishan merusak meridian dan organ dalamnya, ditambah lagi perjalanan sejauh ribuan mil tanpa pengobatan membuat lukanya semakin memburuk.
Setelah memeriksa kondisi tubuhnya, ia mendapati meridiannya rusak parah dan organ dalamnya terluka di berbagai tingkat. Ia harus segera diobati, jika tidak, akan ada efek samping permanen. Tak disangka, energi murni Changsheng dan energi murni Liehuo di dalam tubuhnya tidak saling berbenturan, melainkan bekerja di jalur meridian masing-masing untuk memperbaiki kerusakan.
Tiba-tiba, sebuah indra spiritual menyapu tubuh Gongsun Xuan, membangunkannya dari proses pemulihan. Di luar gua, berdiri seorang pria tua berwajah muram. Orang itu adalah Yinyuan. Yinyuan baru saja memindai tanah tersebut dengan indra spiritualnya dan menemukan seseorang yang sedang bersembunyi di dalam gua untuk memulihkan diri. Berdasarkan keterangan Heishan, orang inilah yang sedang ia cari.
Yinyuan mendarat di tanah, menatap gua yang tertutup bebatuan itu dengan tatapan serakah. Ia mengulurkan jari, lalu memancarkan energi. *Boom!* Bebatuan di mulut gua hancur berkeping-keping.
Sosok kekar melesat keluar dari dalam gua.
Gongsun Xuan menatap pria tua berwajah muram itu dan bertanya dengan tenang, "Siapa kau? Mengapa mengganggu latihanku?"
"Bocah, jangan berpura-pura. Kau yang melukai Heishan, bukan?" Pria tua berwajah muram itu tertawa kecil. "Aku sudah lama tidak menyukai bocah banteng itu, hanya saja karena aturan wilayah, kami tidak boleh saling serang. Jika tidak, aku sudah membunuhnya berkali-kali. Hari ini kau membuatnya terluka parah, itu sungguh memuaskan. Namun, kepuasan hanyalah kepuasan. Karena kau berani datang ke wilayah Huangyan untuk membuat masalah, aku bertanggung jawab untuk menangkapmu. Apakah kau akan menyerah secara sukarela, atau haruskah aku yang bertindak?"
"Hmph. Pak tua, aku, Gongsun Xuan, tidak akan menyerah sebelum bertarung. Jika ingin menangkapku, lihat saja apakah kau punya kemampuan itu!" Mata Gongsun Xuan berkilat panas. Karena tidak bisa lari, maka ia akan bertarung. Ia tidak ingin menjadi pengecut yang menyerah tanpa perlawanan.
"Bagus, kau memang bernyali berani membuat kekacauan di wilayah kami. Mari kulihat apa kemampuanmu." Yinyuan terbang ke langit, melayang di udara. Ia tahu dari Heishan bahwa kemampuan bertarung jarak dekat pemuda ini luar biasa, maka ia tidak akan memberinya kesempatan untuk mendekat. Dengan begitu, ia ingin melihat ke mana orang yang terluka parah ini bisa lari. Ia selalu bertindak habis-habisan dalam setiap pertarungan.
Ia mengeluarkan sebuah kipas bulu dari tubuhnya, sebuah senjata spiritual tingkat menengah yang dibuat dari bulu-bulunya sendiri. Yinyuan aslinya adalah seekor burung hijau. Saat melewati kesengsaraan untuk berubah menjadi manusia, bulu-bulunya rontok. Ia menyayangi bulu-bulu itu, lalu memurnikannya dengan petir surgawi untuk dijadikan kipas.
Sekali kipas itu dikibaskan, angin kencang menderu, membentuk seekor naga angin yang menerjang ke arah Gongsun Xuan.
Meski luka Gongsun Xuan sudah sedikit pulih, kondisinya masih sangat berat. Melihat naga angin itu menerjang, ia segera menghindar. Namun, naga angin itu terus mengejarnya. Segala sesuatu yang dilalui naga angin tersebut tercabik-cabik menjadi debu.
Mata Gongsun Xuan berkilat. Setelah mundur sejauh beberapa ratus meter, ia berhenti. Ia mengangkat kedua tangannya untuk melindungi wajah dan bagian vital lainnya, bersiap menahan serangan itu secara langsung.
Naga angin itu segera menelannya. Kekuatan cabikan yang dahsyat terus menggores tubuhnya, berusaha mencabik-cabiknya hingga hancur. Gongsun Xuan saat ini bagaikan perahu kecil di tengah badai besar, terombang-ambing tak menentu.
Seolah waktu berjalan sangat lama, atau mungkin hanya sesaat.
Setelah angin berhenti, tanah di sekitar Gongsun Xuan habis tergerus. Ia berdiri di dalam lubang sedalam sepuluh meter, dikelilingi tanah gersang yang hancur lebur.
"Wah! Bocah, tubuh fisikmu benar-benar mencengangkan. Begini saja, serahkan teknik pelatihan tubuhmu, maka aku akan mengampuni nyawamu, bagaimana?" Yinyuan menatap dengan penuh keserakahan sambil menjilat bibirnya.
"Jika ingin teknik ini, lihat saja apakah kau punya kualifikasi untuk mengambilnya." Gongsun Xuan menurunkan lengannya, terengah-engah. Meski berhasil menahan serangan kuat tadi, energi murninya terkuras habis. Saat ini, ia mulai kewalahan. Namun, betapa pun sulitnya, semangat bertarungnya tidak pernah padam. Pertarungan ini, meski sangat berat, justru membuat darahnya semakin mendidih.